Hal itu diungkapkan Wakil Koordinator TPM Ahmad Michdan saat ditanya wartawan di Solo, Jumat (29/2/2008) siang. Michdan juga mengaku pernah mengajukan keinginan Kastari itu ke imigrasi.
"Tapi karena dia dikaitkan dengan teror, itu dianggap riskan oleh pejabat-pejabat kita. Lalu tiba-tiba dia kawin dengan orang Malang, selanjutnya dia terlibat kasus sengketa masjid. Ini menunjukkan bahwa dia orang yg bersahaja. Sangat tidak mungkin hal seperti itu tidak mungkin itu dilakukan anggota sebuah organisasi yang khusus dibuat melakukan aksi kekerasan," kata Michdan.
Michdan berharap, Pemerintah Indonesia tidak begitu saja percaya pernyataan tentang Kastari yang kabur dan besar kemungkinan lari ke Indonesia. Kalaupun Kastari lepas, dia juga mensinyalir kemungkinan sengaja dilepas lalu memudahkan untuk dibidik seperti yang terjadi pada Fathurrachman Al-Ghazi.
"Pemerintah Indonesia jangan terima begitu saja lalu kebakaran jenggot. Waspada sih boleh saja, tetapi konspirasi pembetukan opini tentang kegiatan teror yang dikaitkan dengan Jemaah Islamiyah itu harus ditinjau ulang," kata dia. (mbr/djo)











































