"Sejauh ini tidak ada senjata dan amunisi dalam hasil penggerebekan standar TNI," ujar Pangdam Udayana Mayjen TNI GR Situmeang dalam jumpa pers di Makodam IX Udayana, Jl Udayana, Denpasar, Jumat (29/2/2008).
Situmeang menyebutkan, pistol FN 46 yang disita diketahui buatan Kanada, sedangkan standar TNI buatan Belgia. Radio lapangan yang disita di rumah MG, YK, dan MS itu juga diperkirakan diperoleh dari sisa hasil operasi TNI di Timor Leste.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rompi antipeluru yang disita Polda juga bukanlah standar TNI. "Rompi antipelurunya berwarna hitam. Milik TNI pasti loreng dong," imbuh sang Pangdam.
Sehingga, Pangdam menegaskan, terlalu jauh dugaan TNI terlibat dalam berbagai aksi peledakan di Denpasar. (aba/nrl)











































