Teten: Bangsa Ini Memang Sial

Kasus BLBI Ditutup

Teten: Bangsa Ini Memang Sial

- detikNews
Jumat, 29 Feb 2008 11:10 WIB
Jakarta - Ditutupnya kasus BLBI I dan II oleh Kejagung di mata Koordinator Badan Pekerja ICW Teten Masduki bukan hal yang luar biasa. Dia sudah menduga masalah hukum kasus ini akan menemui kebuntuan.

Aparat hukum sulit menjangkau para obligor kakap yang sudah menikmati guyuran BLBI hingga triliunan rupiah.

"Saya beropini penyelesaian kasus ini akan menemui kebuntuan dari berbagai sisi, aspek hukum tidak bisa diharapkan terlalu banyak. Padahal terbukti penyelesaian di luar hukum lewat MRA dan MSAA juga tidak membuahkan hasil. Bangsa ini memang sial," cetus Teten saat dihubungi detikcom, Jumat (29/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangsa Indonesia, imbuh dia, harus ikhlas kehilangan uang triliunan rupiah. Sebab dari penyelesaian MRA dan MSAA, recovery BLBI hanya mencapai 23 persen dari total triliunan rupiah yang digelontorkan BI kepada obligor.

"Negara ini jelas nggak becus, tidak ada hasil yang bisa diharapkan," tegasnya.

Padahal kalau aparat hukum mampu memilah-milah kasus ini, dia yakin masih ada celah yang bisa dimainkan untuk menjerat para obligor itu.

"Saya yakin dari awal pelanggaran hukum terjadi di setiap level, mulai dari dana talangan BI, pada saat pengambilan aset oleh BPPN, saat penjualan yang mark down, sampai buy back asset. Saya yakin ini terjadi," katanya.

Ditutupnya kasus ini, imbuh dia, juga menunjukkan kontradiktif karena proses hukum terhadap beberapa pejabat BI sudah terjadi. Bahkan ada yang sampai di penjara.

"Ya kita menduga ada suap untuk aparat hukum sampai obligor busuk tidak tersentuh. Benar-benar ada masalah dalam penyelesaian hukum dan non hukum di Indonesia," katanya.Kejagung beralasan ditutupnya kasus ini karena dari penyelidikan tidak ditemukan perbuatan melawan hukum.
(umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads