"Mestinya kepentingan kelompok ditangguhkan untuk kepentingan bangsa. Yang jelas apa yang dihasilkan Dewan tidak produktif dan buang-buang waktu," kata pengamat politik dari LIPI Syamsuddin Haris kepada detikcom, Jumat (29/2/2008).
Syamsuddin menjelaskan, jika masing-masing parpol memaksakan kehendak maka ke depannya pun tidak akan baik. "Ini jelas egois atau apa namanya. Karena apa pun itu putusannya jangan ditunda-tunda lagi," imbuh dia.
Menurut Syamsuddin, masyarakat hendaknya tidak diam saja dengan perilaku anggota Dewan yang sering mengulur-ngulur waktu. "DPR akan semaunya saja jika masyarakat diam dengan tetap mementingkan kelompok masing-masing. Publik harus melakukan tekanan, jangan diam. Nanti DPR ingin main sendiri untuk menentukan segalanya," pungkas dia.
Dalam sidang paripurna DPR, 2 materi krusial diperdebatkan oleh fraksi-fraksi dan pemerintah sehingga diputuskan dengan voting pada 3 Maret. Dua materi yang belum disepakati itu adalah penentuan calon terpilih dan penghitungan sisa suara. (mly/nrl)











































