Para pelaku diketahui menlancarkan aksinya pada Kamis (28/2/2008) dini hari. Akibatnya, uang kesejahteraan guru senilai Rp 15 juta pun lenyap.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pesuruh sekolah, Herawati (45) saat hendak membersihkan ruang tata usaha (TU) di lantai satu, pagi harinya. Dan betapa kagetnya saat, ibu yang biasa disapa Hera ini mendapati pintu ruangan telah terbuka dengan daun pintu telah rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan mengetahui ruangan telah acak-acakan, Herawati pun melapor ke Satpam sekolah, Amir (35). Bersama satpam, keduanya pun mengecek ruangan kembali dan mendapati brankas yang ada di pojok ruangan telah terbuka.
"Langsung saja saya melapor ka Polsek Kemayoran," ujar Amir.
Setelah di lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), di duga maling masuk dengan cara meloncat pagar sekolah. Kemudian masuk ke ruangan dengan merusak pintu, dan dilanjutkan dengan membuka paks brankas.
"Uang senilai Rp 15 juta yang hilang itu dianggarkan untuk uang kesejahteraan guru," kata Kepala Sekolah, Yos Mandala Hutapea di tempat yang sama.
Aksi pencurian ini dibenarkan oleh Kanit Serse Polsek Kemayoran, Iptu Supriyadi. Pihaknya telah memeriksa empat orang saksi termasuk satpam dan pesuruh sekolah. "Diduga maling beraksi setelah tengah malam. Kemungkinan, pelaku lebih dari satu orang," pungkasnya. (asp/ndr)










































