Perbaikan Sekolah Rusak, DPRD Temukan Pemborosan

Perbaikan Sekolah Rusak, DPRD Temukan Pemborosan

- detikNews
Kamis, 28 Feb 2008 17:25 WIB
Jakarta - DPRD DKI Jakarta menemukan indikasi manipulasi pendataan sekolah rusak di Jakarta. 10 gedung sekolah yang sebelumnya dinyatakan perlu rehab total, ternyata hanya rusak berat.
 
"Sebelumnya, Dinas Dikdas (Pendidikan Dasar) menganggarkan sejumlah sekolah untuk direhab total karena rusak total. Ternyata temuan kita di lapangan ada 10 bangunan sekolah di antaranya yang hanya rusak berat dan tidak perlu direhab total," kata Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Igo Ilham.
 
Hal itu disampaikan dia di kantornya, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, Kamis (28/2/2008).
 
Anggaran untuk 10 gedung tersebut mencapai Rp 60 miliar untuk direhab total. Saat ditanya apakah hal ini menandakan Dinas Dikdas DKI melakukan manipulasi untuk mendapatkan proyek, Igo enggan berkomentar banyak.
 
"Itu saya tidak tahu," elaknya.
 
Igo juga menyesalkan Dinas Dikdas tidak teliti dalam mengidentifikasi kerusakan sekolah. "Jangan pakai pendekatan selera saja. Harus benar-benar dilihat secara teknis," keluh Igo.
 
Dalam kesempatan itu, Igo juga mengklarifikasi mengenai pemotongan anggaran perbaikan sekolah rusak.
 
"Sudah kami bicarakan dengan Sudin-sudin (Suku Dinas Dikdas) di setiap wilayah dan ternyata ada bangunan yang tidak perlu direhab total. Karena itu kami potong dan dialihkan agar sekolah yang diperbaiki lebih banyak," ujarnya.
 
Data yang dimiliki Dinas Dikdas, dari 2.552 gedung SD dan SMP di Jakarta, 437 di antaranya rusak total. 22 gedung dari jumlah itu dianggarkan untuk direhabilitasi total dalam APBD DKI 2008.
 
Pada awalnya, Dinas Dikdas mengajukan Rp 675,25 miliar untuk merehabilitasi 100 gedung sekolah yang rusak total. Namun kemudian anggaran itu dipangkas tinggal Rp 204 miliar untuk merehabilitasi 22 sekolah yang rusak total. (ken/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads