"Sementara saya belum bisa menentukan. Nanti saya pelajari dulu, baru mungkin kita (KNKT) turun tangan," ujar Ketua Sub Komite Udara KNKT Frans Wenas kepada detikcom, Kamis (28/2/2008).
Menurut Frans, belum ada laporan yang diterimanya soal insiden 'diciumnya' 2 pesawat Garuda oleh mobil di Bandara Ngurah Rai. Namun diakuinya, kabar pesawat 'dicium' oleh mobil pada Senin 25 Februari 2008 telah diketahuinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Garuda 2 kali mengalami naas. Pertama, pesawat Garuda disenggol mobil katering pada 25 Februari 2008. Penumpang pun dialihkan akibat pesawat rusak.
Namun demikian, KNKT menyatakan insiden itu kerusakan kecil, tidak termasuk accident dan serious accident. KNKT merasa tidak perlu turun tangan menyelidiki peristiwa itu.
Baru sehari KNKT menyatakan hal itu, pesawat Garuda pada Rabu 27 Februari 2008 lagi-lagi 'dicium' mobil, kali ini oleh mobil bagasi PT Gapura Angkasa. Pesawat tidak selecet insiden Senin 25 Februari 2008.
(nik/sss)











































