Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto menyatakan, gempa berkekuatan 7,3 SR itu juga menyebabkan kerusakan pada enam unit puskesmas, sembilan sekolah dan lima unit rumah yang dibangun Japan Redcross.
"Pembangunan kembali akan segera dilakukan. Tidak ada masalah. Akan selesai pada waktunya. Pembangunan fisik yang dilakukan BRR di NAD dan Nias akan berhenti pada Oktober 2008 dan demobilisasi April 2009. Sebelum masa itu, semua akan diselesaikan," kata Kuntoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuntoro menyatakan, kerusakan yang terjadi pada proyek pembangunan rumah di Simeuleu karena guncangan gempa cukup kuat, sementara rumah sedang dalam tahap pembangunan. Dari sisi standar pembangunan, kata Kuntoro, rumah-rumah tersebut sudah memenuhi standar.
"Standar nasional pembangunan rumah tahan gempa untuk kekuatan 6 SR, sementara kemarin itu kekuatannya 7,3 SR. Jadi sangat kuat," kata Kuntoro. (rul/djo)










































