Pesawat Garuda 'Dicium' Mobil Coreng Citra Penerbangan RI

Pesawat Garuda 'Dicium' Mobil Coreng Citra Penerbangan RI

- detikNews
Kamis, 28 Feb 2008 10:36 WIB
Jakarta - Insiden pesawat Garuda Indonesia 'dicium' mobil di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, telah terjadi 2 kali. Peristiwa ini mencoreng upaya Indonesia untuk memperbaiki keselamatan penerbangan.

"Saya sangat kecewa terhadap pengelolaan Bandara Ngurah Rai karena sebagai bandara yang pertama memperoleh pengakuan internasional masalah keamanan justru mengalami insiden ini 2 kali dalam 3 hari," kata Ketua Kaukus Penerbangan DPR RI, Alvin Lie, kepada detikcom, Kamis (28/2/2008).

Politisi PAN ini menilai pengelolaan lalu lintas di tempat parkir pesawat sangat jelek. "Operator mobil kurang. Pengelola bandara, General Manager PT Angkasa Pura di Ngurah Rai saya kira sudah tidak layak menjabat," ujar pria yang dulu dikenal sebagai 'koboi' DPR ini.

Ke depan, kata Alvin, perlu ada uji ulang operator yang berlalu lalang di tempat parkir pesawat. Baik mobil katering, mobil pengangkut bahan bakar maupun mobil penumpang.

Menurut dia, jumlah kendaraan harus dibatasi. "Mungkin terlalu padat. Sopir pun harus dites lagi," kata Alvin.

Selain itu, pengatur lalu lintas kendaraan dan manajemen pengelola bandara juga dievaluasi. "Masih layak atau tidak jadi pengatur," cetus dia.

Pesawat Garuda nomor penerbangan GA 401 jurusan Denpasar-Jakarta 'dicium' mobil bagasi PT Gapura Angkasa pada Rabu 27 Februari 2008 pukul 08.00 Wita.

Tidak ada pengalihan penumpang ke pesawat lain dan penundaan jadwal penerbangan.
Garuda dan PT Gapura Angkasa menganggap insiden ini tidak masalah.

Pada Senin 25 Februari, pesawat Garuda disenggol mobil katering sehingga bodi pesawat lecet-lecet. Seluruh penumpang terpaksa dialihkan ke pesawat lain. (aan/nrl)


Berita Terkait