Partai-partai Anak Muda, yang Gaul hingga Mantan Aktivis 98

Partai-partai Anak Muda, yang Gaul hingga Mantan Aktivis 98

- detikNews
Kamis, 28 Feb 2008 04:08 WIB
Jakarta - Partai-partai anak muda bertebaran di hari terakhir pendaftaran partai politik (parpol) untuk mendapatkan status badan hukum di Departemen Hukum dan HAM. Partai itu berisikan anak muda yang gaul hingga mantan aktivis yang idealis.

Salah satu yang menonjol adalah sosok Sys NS, ikon remaja gaul era 1980-an. Dia percaya Partai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dikomandonya, bisa lolos verifikasi.

Partai ini jelas-jelas menyasar anak muda. Ditunjukkan dengan kostum partai, seperti pakaian tim pit stop F1 warna oranye yang berkesan ceria, pun slogan yang muda, The Youngster Party.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan anak muda dan perempuan bisa memimpin bangsa ini," ujar Sys yang didampingi 20-an anak buahnya yang juga muda, di Gedung Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Depkum dan HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/2/2008).

Lain lagi dengan Partai Persatuan Nasional. Partai ini dikomandani dedengkot aktivis mahasiswa tahun 1998, Pius Lustrilanang.

Pius, yang sempat diculik Tim Mawar saat aksi mahasiswa 1998, mengatakan partainya ini menjadi wadah bagi para mahasiswa eksponen 1998.

"Ini partai alternatif. Partai ini bisa menjadi ruang bagi anak muda para aktivis. Ini juga untuk mewadahi mereka (aktivis 98)," tutur Pius.

Ada juga partai yang slogannya mirip grup musik Slank. Kalau Slank berslogan peace, tapi partai yang ini PIS. Kepanjangan dari Partai Indonesia Sejahtera.

"PIS man! PIS man! PIS man!," teriak pendukung partai itu sambil mengacungkan angka 2. Partai ini diketuai Budiyanto Darmastono.

Dedengkot Pemuda Pancasila tak ketinggalan. Ketua Pemuda Pancasila Yapto Soelistio Soerjosoemarno juga mengusung Partai Patriot. Di kepengurusan pun terdapat Marini Burhan, saudara kandung Yapto yang mantan istri violis Idris Sardi, juga artis Camelia Malik.

Selain artis ada juga seniman Eros Djarot yang mengusung Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia.

Akhirnya, parpol terakhir yang mendaftar jelas mencantumkan nama muda di belakangnya, Partai Beringin Muda.

Apakah parpol anak muda bisa lolos verifikasi dari Depkum dan HAM, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemilu 2009? Kita lihat saja nanti. (nwk/bal)


Berita Terkait