Mereka mulai berdatangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Rabu (27/2/2008), sekitar pukul 10.00 WIB. Seluruh kursi di ruang sidang Garuda terisi, sisanya pun terpaksa berdiri.
Saat sidang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB, ruang sidang semakin sesak. Begitu sidang dibuka, Musaddeq masuk ke ruangan dan seluruh pengikutnya spontan berdiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka tampak serius menyimak sidang yang beragendakan keterangan saksi. Sesekali mereka bertepuk tangan dan meneriakkan takbir saat hakim dinilai kalah argumen dengan saksi yang juga pengikut Musaddeq.
Mulyana (32) adalah salah satu pengikut Musaddeq yang tampak bersemangat mengucap 'Allahu Akbar'. Pria yang menjadi karyawan di perusahaan air minum ini mengaku baru kali pertama mengikuti sidang Musaddeq.
"Sebelum-sebelumnya saya nggak pernah ikut," ujar Mulyana yang mengaku mengikuti ta'lim Al Qiyadah sejak tahun 2006 itu.
Dia pun rela membolos kerja untuk memberi dukungan pada Musaddeq yang menyebut dirinya sebagai rasul itu. Nggak takut dipecat bos?
"Kalau ketahuan ya diomelin," katanya sembari tertawa.
Hal senada juga disampaikan Abdul Hadi, warga Depok, Jawa Barat. Pria yang berprofesi sebagai pedagang ini mengaku ingin tahu seperti apa persidangan Musaddeq. "Pengen tahu aja," ujar Hadi.
Sebagian dari mereka mengaku masih percaya dengan ajaran Musaddeq yang tidak mewajibkan salat itu. Mulyana pun masih menganggap Musaddeq sebagai rasul. Masih percaya dengan ajarannya?
"Ya, tentu. Karena dia benar," ujarnya mantap. (fiq/sss)











































