menyampaikan seruan moral. Seruan itu dilakukan untuk memperingati 100 tahun kebangkitan nasional.
Seruan moral ini akan disampaikan di Taman Budaya Yogyakarta, Selasa, 4 Maret 2008. Acara ini juga diikuti sejumlah tokoh masyarakat, komunitas lintas agama, keluarga pelajar dan mahasiswa, partai politik, organisasai profesi, pengusaha, akademisi dan birokrat.
"Kami memilih sosok guru besar untuk memberi seruan ini, mengingat keberadaan dan posisinya yang netral," kata Sekretaris Panitia Peringatan Satu Abad Kebangkitan Nasional Djoko Dwiyanto kepada wartawan di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (27/2/2008).
   Â
Menurut Djoko, seruan moral ini juga akan dihadiri oleh tokoh nasional yang memiliki kapasitas dan netral. Mereka diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat dan nilai-nilai kebangkitan nasional yang saat ini telah tergerus dengan modernitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko menambahkan, peringatan Satu Abad Kebangkitan Nasional di Yogyakarta ini disusun serta dirangkai dengan berbagai agenda lain selama satu tahun penuh. Acara itu akan disambung dengan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober.
Selain seruan moral kata dia, acara ini juga akan digelar peresmian Tetenger Kebangkitan Bangsa oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekitar bulan april atau awal Mei. Sedangkan di bulan Oktober, sekitar seratusan pemuda dari seluruh Indonesia juga akan menggelar 3 kegiatan sekaligus, yakni Peringatan Sumpah pemuda, Kongres Kebudayaan serta Kongres Pemuda internasional.
"Sebagai tetenger, panitia juga akan membangun sekolah kebangsaan yang bertempat di SMAN 11, di Jl A.M Sangaji Jetis, Yogyakarta.Sebab di tempat itulah Budi Utomo dilahirkan," pungkas Djoko.
(bgs/djo)











































