Lubang-lubang berdiameter lebar dan dalam membuat hujan yang diguyur hujan berubah bak kubangan kerbau. Bahkan beberapa hari lalu, satu truk kontainer mengalami kecelakaan akibat menghindari jalan yang rusak.
Namun hingga kini, perbaikan oleh pemerintah tidak juga dilakukan. Tak sabar lagi, warga pun akhirnya menambal sendiri jalanan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria berusia 33 tahun itu, bahan yang dipakai untuk menambal diambil dari puing bangunan yang sudah tidak terpakai lagi. "Ngambil di dekat situ," kata Warsito.
Titik kerusakan tampak dari pintu keluar pelabuhan Tanjung Priok, Depo Pertamina Plumpang, Mal Artha Gading hingga perempatan Cempaka Mas. Kerusakan terjadi di dua arah, baik dari arah pelabuhan maupun yang ke arah pelabuhan.
Selain di jalur protokol, kerusakan jalan juga tampak di jalur altarnatif seperti JL Berdikari. Jalan itu tidak didesain untuk kendaraan besar namun dilalui bus, truk tangki, dan kandaraan berat lainnya. Dalam tampo kurang dari dua pekan, jalan yang tadinya mulus berubah jadi bolong-bolong. (Ari/ken)











































