Foke Sindir Konsorsium TransJ yang Mikir Profit Terus

Foke Sindir Konsorsium TransJ yang Mikir Profit Terus

- detikNews
Rabu, 27 Feb 2008 11:38 WIB
Jakarta - Ancaman mogok dari Konsorsium TransJakarta membuat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meradang. Dia menyindir orientasi konsorsium yang terlalu berpikiran profit ketimbang kepentingan rakyat.

"Saya harap mereka tidak melakukan langkah merugikan rakyat," cetus gubernur yang akrab dipanggil Foke itu usai operasi minyak di Jalan Kramat Pulo Gundul, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2008).

Foke mengaku bisa menerima jika kebijakan pemerintah daerah dianggap lemah. Namun, jika berujung pada rakyat yang dirugikan, dia tidak bisa menerimanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka itu sama sekali nggak ngerti apa yang dibutuhkan rakyat," tegasnya.

Karena itu, Foke berharap konsorsium dapat memahami keberadaannya, bukan berorientasi pada profit semata-mata. "Tentu ada marjin keuntungan yang kita perhitungkan," ujarnya.

Sebelumnya, demi efisiensi pihak Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta di bawah Dishubย  memutuskan membayar operator yang terdiri dari PT Jakarta Express Trans, Trans Batavia, Jakarta Trans Metropolitan dan Jakarta Mega Trans seperti harga lelang tambahan bus untuk koridor IV-VII yang dimenangkan PT Lorena dan Prima Jasa sebesar Rp 9.350-Rp 9.500 per km. Padahal selama ini keempat operator itu dibayar dengan harga negosiasi, yaitu Rp 12.885 per km.

Keputusan tersebut menuai protes dari operator. Mereka menolak uang sebesar Rp 52,219 miliar yang disodorkan BLU untuk pembayaran bulan Januari-Februari. Mereka bersikukuh BLU harus tetap membayar Rp 66,873 miliar sesuai harga negosiasi awal.

Dari sisi BLU, jika konsorsium bersedia menerima sesuai harga yang diberikan untuk PT Lorena dan Prima Jasa, maka dana yang bisa dihemat mencapai Rp 123 miliar per tahun.

(umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads