Namun usulan itu belum diproses karena PDIP masih akan menunggu hasil pemilu legislatif 2009 sebelum menentukan pendamping Mega.
"Sekarang yang saya tahu, DPP PDIP banyak menerima masukan dan usulan cawapres Ibu Mega. Salah satunya usulan Bu Mega dipasangkan dengan Meuthia," kata ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo pada detikcom, Rabu (27/2/2008).
Menurut pria yang juga Ketua FPDIP DPR ini, PDIP akan memilih pendamping Mega yang mampu menarik dukungan di luar suara PDIP. Karena itu cawapres Mega diharapkann layak jual di kalangan kelompok agama, TNI dan kaum profesional lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah banyak menerima masukan bakal cawapres yang cocok dari berbagai pihak, namun informasi tersebut belum disampaikan pada Megawati. Langkah ini dimaksudkan untuk tidak menggangu konsentrasi Mega dalam mempersiapkan diri merebut RI-1.
"Meski kami banyak menerima usulan tertulis, SMS dan langsung. (Calonnya) Ada tokoh TNI aktif, purnawirawan, tokoh wanita seperti Amelia Yani, Meuthia Hatta, dari cendekiawan, dan parpol, kami belum sampaikan ke Ibu. Karena masih diproses," pungkas Tjahjo.
(yid/nrl)











































