Perubahan Lambang Tak Pengaruhi Semangat dan Tujuan Partai GAM

Perubahan Lambang Tak Pengaruhi Semangat dan Tujuan Partai GAM

- detikNews
Rabu, 27 Feb 2008 10:12 WIB
Banda Aceh - Perubahan lambang Partai GAM bentuk sikap mengalah dari GAM untuk menjaga proses perdamaian di Aceh. Namun perubahan ini tidak mengubah semangat dan tujuan partai tersebut.

Hal tersebut ditegaskan juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim bin Syamsudin pada detikcom, Rabu (27/02/2008). KPA adalah organisasi yang didirikan untuk para mantan kombatan GAM. Ibrahim merupakan dewan pendiri Partai GAM.

"Perubahan ini tidak akan mengubah semangat dan tujuan yang dicetuskan saat partai didirikan. Semua ini bagian dari kecintaan kami kepada rakyat dan juga demi langgengnya perdamaian," ujar Ibrahim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Ibrahim, perdebatan tentang lambang partai tidak lagi produktif melanggengkan perdamaian dan nilai-nilai demokrasi. Dengan pertimbangan itu, Partai GAM memilih mengalah mengganti lambang.

"Tindakan ini telah kami pikir dan insya Allah akan membawa kebaikan bagi semua komponen. Ini juga menjadi bukti bahwa kami siap mengalah atas nama perdamaiandan bersikap gentlemen untuk menarik kembali atas apa yang menjadi keyakinan kami sebelumnya," tegasnya.

Ibrahim menambahkan, keputusan untuk merubah lambang partai tidak dilakukan secara mendadak. Kebijakan ini diambil dengan berbagai pertimbangan, salah satunya melindungi masyarakat dari berbagai hasutan yang tidak berdasar. Perubahan ini diharapkan juga dapat menepis dugaan tentang kebenaran ikrar GAM untuk kembali ke pangkuan NKRI.

"Kami sangat sadar, banyak pihak terutama ultranasional dan kaum avonturir politik yang memblow up seolah-olah Partai GAM bagian dari pelanggaran perdamaian. Pilihan ini bentuk kedewasaan kami untuk tidak membuat rakyat terhasut dengan segala rasionalitas mereka yang sebenarnya tidak senang kepada perdamaian atau ketakutan mereka yang berlebih-lebihan akan kalah," papar Ibrahim.

Partai dengan nama baru Gerakan Aceh Mandiri (GAM) ini juga diharapkan akan memberi ruang lebih luas kepada pemerintah Aceh pascakonflik. "Semoga Partai GAM dapat lolos dalam verifikasi," tandas dia.

Partai GAM telah mengubah nama dan lambangnya. Mereka sudah mendaftarkan partainya ke Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM NAD Senin (25/2) lalu. Batas akhir pendaftaran untuk verifikasi jatuh pada 29 Februari mendatang. (ray/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini