"Ada 3 kupon dalam plastik deterjen yang tertutup rapat itu. 1 Lembar karton kecil ukuran kotak korek api bergambar Suzuki Swift. Di bawahnya ada nomor layanan konsumen 021-30574417 dan 30574437," tutur Reza kepada detikcom, Rabu (27/2/2008).
Menurut Reza terdapat pula nomor izin produksi dari Depsos dan SK nomor polisi dengan stempel PT KAO. Kertas kedua berukuran lebih besar dan dilipat hingga seukuran kotak korek api, merupakan sertifikat dari PT KAO. Di kertas tersebut, diminta mengisi no KTP, nama, tempat tanggal lahir, agama, alamat, dan nomor telepon atau hape.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza sempat menelepon 021-30574437. Seorang pria mengangkat telepon tersebut dan meminta dia untuk menelepon Djoko Susilo di nomor 021-71410847. "Saat menelepon Pak Djoko, ada 3 biaya yang harus saya bayar yaitu pengisian berkas Rp 3,5 juta, cetak berkas Rp 175 ribu, dan pengesahan berkas Rp 3.750.000. Totalnya yang harus ditransfer Rp 7.425.000," beber Reza.
Setelah Reza mencecar berbagai pertanyaan kepada pria yang mengaku Djoko Susilo itu, tiba-tiba telepon ditutup. "Saya lalu telepon 108 tanya nomor PT KAO. Oleh petugas PT KAO, saya diberitahu telah ditipu," tandasnya.
(nvt/nrl)











































