Ada 2 kertas dalam plastik deterjen. Kertas pertama bergambar Toyota Yaris. Sedangkan kertas kedua berisi ketentuan pengambilan hadiah. Di kertas tersebut tercantum nama petugas bagian promosi PT KAO Drs Dede Supriyadi, dan nomor telepon perusahaan yakni 021-3045557/8.
Dalam kertas tersebut juga terdapat nama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana dan stempel Polda Metro Jaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sulastri pun menelepon Ketut Untung. Seorang pria menjawab telepon tersebut, dan mengaku bahwa benar dirinya bernama Ketut Untung dari Polda Metro Jaya. "Ibu disuruh mentransfer uang, 4 persen dari harga kendaraan yakni Rp 7. 250.000 ke bendahara Samsat Polda. Dikasih juga no rekening BCA," tutur Bayu.
Sulastri didampingi suaminya pun segera mentransfer uang yang diminta. Usai mentransfer, pihak keluarga menelepon 108 untuk mendapatkan nomor telepon PT KAO Cikarang. Betapa kagetnya warga Cimanggis, Depok, Jawa Barat itu ketika diberitahu tidak ada undian berhadiah yang digelar perusahaan tersebut.
"Katanya penipuan seperti itu sudah sering. Ya ibu saya sekarang masih syok," pungkasnya.
Sebenarnya modus penipuan seperti di atas, yang marak akhir 2007, sudah sering terjadi. Media massa tak henti-hentinya memberitakan para korban maupun tersangka yang sukses dicokok polisi. Namun rupanya hingga 2008, korban masih saja berjatuhan. (nvt/nrl)











































