Lobi Tidak Ada Kemajuan, RUU Pemilu Berpotensi Divoting

Lobi Tidak Ada Kemajuan, RUU Pemilu Berpotensi Divoting

- detikNews
Rabu, 27 Feb 2008 08:16 WIB
Jakarta - Meski telah diulur, lobi-lobi RUU Pemilu tidak juga membuahkan hasil. Dari 3 isu krusial yaitu soal dapil, sisa suara, dan electoral treshold, baru masalah treshold yang sedikit mengalami kemajuan. Sedangkan sisanya masih alot dan berpotensi divoting dalam rapat paripurna.

"Kita tunggu sampai pukul 12.00 WIB malam nanti, kalau sampai pukul 12.00 WIB malam nanti belum ada titik temu, ya kemungkinan voting sangat besar asal tidak semua item," kata wakil ketua pansus RUU Pemilu Andi Yuliani Paris kepada detikcom, Rabu (27/2/2008).

Menurut politisi PAN ini, hasil lobi Selasa 26 Februari malam masih berkutat masalah isu tersebut. "Untuk parlementary treshold (PT) sudah ada dua opsi. Yaitu 2 persen yang didukung FPPP, FPD, FPAN, FPBR, FBPD, dan FPDS. Sementara usulan 3 persen yang didukung FPG, FPDIP, FKB dan FPKS. Ini belum diputus," terangnya

Perdebatan sisa suara dan jumlah dapil masih jauh dari titik temu. Karena itu kedua isu tersebut akan dilobikan lagi sampai pukul 24.00 WIB nanti sembari mendengarkan usul dan sikap pemerintah.

"Soal isu dapil dan sisa suara itu paling susah ketemunya. Masing-masing punya argumentasi. Kita lihat saja sikap dari pemerintah. Kalau susah cari titik temu. Bisa saja kembali pada UU lama mengenai poin-poin itu atau voting," jelasnya

Untuk diketahui, FKB, FPG, FPDIP, dan FPKS menghendaki sisa suara di bagi habis di provinsi. Sikap ini berbeda dengan FPPP, FPD, FPAN, FBPD, FPBR dan FPDS yang menghendaki pembagian sisa suara dilakukan di dapil masing-masing. Perbedaan tajam fraksi-fraksi ini karena terkait langsung dengan perolehan kursi pada Pemilu 2009 nanti. (yid/nvt)


Berita Terkait