Demikian hasil penelitian para peneliti dari Korea Selatan seperti dilansir dari AFP, Selasa (26/2/2008).
Tim penelitian yang dipimpin Profesor Kim Se-kwondari dari Universitas Pukyong di Busan mengatakan, kulit katak lembu bisa mengisolasi zat-zat yang mengakibatkan penuaan dengan antioksidan. Material antioksidan yang terkandung dalam kulit katak tersebut berfungsi menghilangkan radikal bebas, molekul yang mempercepat proses penuaan sel manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun dengan penemuan ini (kulit katak lembu) menjadi alternatif dari tocopherol yang ekonomis," Kim mengatakan kepada AFP.
Penemuan tim tersebut dipublikasikan oleh jurnal internasional Bioresource Technology pada tahun lalu. "Karena ini mudah larut dalam air, maka bisa dikonsumsi dengan berbagai cara bila dibandingkan dengan tocopherol yang larut dalam minyak. Misalnya dengan mencampurkannya dengan minuman ringan," tutur Kim.
Penemuan material baru ini juga 10 persen lebih efisien dibanding tocopherol lainnya dalam mengendalikan oksidasi. (nvt/yid)











































