Wartawan yang sedang meliput di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2008) pun bertanya-tanya. Siapa Bustanul yang disebut pengacara Cendana sebagai ahli hukum perdata? Maklum, wartawan lebih familiar dengan eks Kabulog Bustanil Arifin maupun pengamat ekonomi Bustanul Arifin.
Nama Bustanul yang ahli hukum perdata mula-mula tercetus dari pengacara Cendana, Juan Felix Tampubolon, usai sidang perkara Yayasan Supersemar pada 19 Februari 2008. Saat itu, Juan menyampaikan permohonan Sigit untuk menghadirkan Bustanul dalam sidang perkara itu. Saat ditanya, Bustanul pakar hukum dari universitas mana, Juan mengaku lupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permohonan Sigit baru dikabulkan hari ini setelah pengacara Cendana menyerahkan surat kuasa dari kelima anak Soeharto, yang bersedia menerima warisan perkara dari mendiang ayahnya. Hanya pangeran Cendana, Hutomo Mandala Putra alias Tommy yang menolak meneken surat kuasa itu.
"Mas Tommy mempermasalahkan posisi ahli waris di persidangan," imbuh Juan.
Pengacara Cendana lainnya, OC Kaligis, menyatakan, "Dia (Tommy) tidak sependapat bahwa suatu perkara perdata bisa diwariskan."
Salah satu cara untuk menguatkan keputusannya itu, Tommy juga mengusulkan untuk menghadirkan Bustanul dalam sidang itu. Namun surat permintaan menghadirkan Bustanul diajukan oleh Sigit Hardjojudanto.
Penelusuran detikcom, Prof Dr Bustanul Arifin SH yang akan memberi keterangan ahli dalam sidang perkara itu adalah seorang ahli hukum Islam. Dia juga rektor pertama Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Bustanul pernah menjabat sebagai Ketua Muda Mahkamah Agung bidang Peradilan Agama. Sejumlah orang menyebutnya sebagai "pakar dan pejuang syariah Islam terkenal di Indonesia".
Pada 2001 lalu, Bustanul yang kala itu sudah mantan hakim agung, menjadi anggota Tim Klarifikasi MA. Tugas tim ini antara lain memeriksa keputusan MA tentang peninjauan kembali (PK) kasus pidana ruislag Bulog-Goro yang membebaskan Tommy Soeharto.
"Beliau itu ahli hukum Islam yang mendirikan Unissula, dan sekarang menjadi pembina. Tapi sekarang beliau sudah di Jakarta, tidak mengajar lagi di sini," kata kepala Badan Administrasi Umum (BAU) Unissula, Teguh, saat dihubungi detikcom, pukul 15.30 WIB.
(fiq/nrl)











































