"Sampai sekarang belum ada laporan (eksodus) itu," kata kata Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI GR Situmeang di sela-sela Lomba Menembak Piala KSAD di Markas Divisi Infanteri I Kostrad, Cilodong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/2/2008).
Malahan, kata Situmeang, 279 orang yang merupakan kelompok Alfredo Alves Reinado sudah menyerahkan diri. Saat ini, kekuatan mereka hanya tinggal 300-an orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Situmeang, sisa anggota kelompok Alfredo itu, lama kelamaan akan menyerah juga. "Apalagi saat ini pimpinan di Timor Leste sudah mengubah kebijakan untuk mengakomodir semua tentara di Timor Loromono, karena masalahnya yang jadi pimpinan saat ini kebanyakan dari Timor Lorosae. Tentunya kalau ini diwadahi, konflik di Timor Leste akan berakhir, ketidakadilannya kan di situ," jelasnya.
Situmeang mengatakan, peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Ramos Horta dan Xananan Gusmao yang menyebabkan tewasnya pimpinan tentara pemberontak yang dipimpin Mayor Alfredo itu murni karena kesalahan kebijakan pimpinan di negara bekas provinsi termuda di Indonesia itu. Situmeang membantah bila kejadian itu ada campur tangan pihak asing.
Saat ini, lanjut Situmeang, sebagian kelompok Alfredo sudah mulai sadar tentang hal itu. Ketika ditanya tentang sisa kekuatan kelompok tentara yang membangkang akan melakukan aski baru. Situmeang mengaku hal itu bisa saja terjadi, namun tidak sekuat seperti sebelumnya. (zal/ken)











































