25 Ribu Pecalang dan 1.600 Polisi Siap Amankan Nyepi

25 Ribu Pecalang dan 1.600 Polisi Siap Amankan Nyepi

- detikNews
Selasa, 26 Feb 2008 15:00 WIB
Denpasar - Ritual Ogoh-ogoh yang biasa digelar sehari menjelang Nyepi seringkali memicu konflik. Polda Bali pun menyiapkan 1.600 personel untuk mengamankan prosesi Nyepi mulai dari H-1 hingga H+1. Mereka akan dibantu sekitar 25 ribu pecalang.

"Kita akan menempatkan anggota di lokasi potensi konflik, tapi dengan personel yang tidak terlalu banyak. Karena jika petugas berseliweran akan bertentangan dengan keheningan Nyepi," kata Kapolda Bali Irjen Pol Paulus Purwoko.

Paulus menyampaikan hal itu usai bertemu dengan tokoh agama terkait Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1930 di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Selasa (25/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam prosesi Nyepi, sehari sebelum hari H biasanya akan digelar Ogoh-ogoh dan sehari setelahnya digelar acara Ngembak Geni.

Paulus memprediksi hari rawan konflik saat Nyepi adalah saat prosesi Ogoh-ogoh digelar. Acara yang digelar di tiap desa ini sering ribut jika peserta Ogoh-ogoh melewati batas desa.

Selain itu, penggotong Ogoh-ogoh seringkali meminum miras terlebih dahulu sebelum menggotong boneka raksasa yang menggambarkan kejahatan itu.

Karenanya polisi akan mengantisipasinya dengan menggelar operasi razia miras dan petasan.

Data konflik saat Nyepi pada tahun 2006 tercatat 4 kasus. Sedangkan pada tahun 2007 sebanyak 11 kasus.

Untuk menjaga kehikmatan Nyepi, polisi juga tidak akan menggunakan lampu terlalu besar saat berpatroli. Sementara di pos polisi tidak akan digelar kegiatan menonjol, meski kesiagaan tetap ditingkatkan. Pengamanan Nyepi ini dinamakan Operasi Sandi Ogoh-ogoh.

"Untuk personel yang beragama Hindu tetap diberi kesempatan melaksanakan Nyepi. Namun jika dibutuhkan, mereka tetap membantu proses pengamanan di wilayah setempat," katanya.

(umi/nrl)


Berita Terkait