Kedua kelompok terdiri dari Gerakan Rakyat Adili Koruptor BLBI (Gerak BLBI) dan Solidaritas Mahasiswa Indonesia (SMI). Salah satu kelompok mengejek kelompok lainnya. Kedua kelompok ini dipisahkan puluhan polisi yang membentuk pagar. Gerak BLBI berada di posisi kiri, sedangkan SMI di sebelah kanan.
Gerak BLBI menuntut agar Kejagung segera menangkap dan mengadili Anthony Salim. Meski sudah menerima surat keterangan lunas, konglomerat itu dianggap belum membayar utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pemandangan ini tak terlihat dari kubu SMI. Tak satu pun poster atau spanduk yang menuntut pengusutan kasus Anthony Salim. Salah satu poster yang mereka bawa bertuliskan "Terbitkan SP3 BLBI I." Kasus ini diduga melibatkan Anthony Salim.
Dalam selebaran dari SMI, mereka menuntut agar Kejagung segera memutuskan dan mengumumkan hasil pemeriksaan BLBI I (kasus BCA). Selain itu memberikan kepastian hukum kepada obligor BLBI penerima surat keterangan lunas.
Kedua massa ini juga menggelar happening art. Gerak BLBI mengusung kerangkeng yang terbuat dari bambu bercat hitam. Kerangkeng ini sebagai simbol Anthony Salim dipenjarakan.
Sedangkan SMI menggelar happening art yang mempertontonkan penderitaan rakyat akibat kasus BLBI dengan mengisahkan 3 pria yang bertelanjang dada. Tangan dan leher mereka diikat tali senar.
Aksi ini menjadi tegang karena massa Gerak BLBI mengejek SMI. Gerak BLBI berusaha memancing emosi dengan mengejek Anthony Salim. Selain itu SMI dinilai sebagai pendukung.
"Bersekutu dengan Salim, musuh rakyat. Lihat kawan-kawan, katanya mahasiswa yang cinta perubahan, tapi malah mendukung Anthony Salim," teriak orator sambil disambut demonstran lainnya yang menunjuk SMI.
Namun SMI tak terpancing. Mereka pun asyik melanjutkan aksi dan melanjutkan menggelar happening art.
Situasi bertambah tegang ketika bus yang membawa massa SMI itu hendak pulang. Bus yang membawa mereka dihalangi-halangi Gerak BLBI. Namun situasi dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian. (mly/sss)











































