Tidak tanggung-tanggung, Kapten Ian Wilkinson memacu pesawatnya dengan kecepatan 320 mil per jam. Padahal saat itu pesawat jumbo tersebut masih berada 28 kaki di atas landasan dengan roda pendaratan yang masih dikeluarkan.
Manuver mengagumkan itu dilakukan sang Kapten untuk menghibur para penumpang VIP yang ikut dalam penerbangan perdana pesawat Boeing 777-300ER tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun semua kegembiraan itu hanya sesaat. Wilkinson dipecat dari pekerjaannya di maskapai Cathay Pacific setelah rekaman insiden itu diposting di sejumlah situs termasuk YouTube. Di antara 30 orang penting yang ikut dalam penerbangan tersebut adalah pimpinan maskapai Cathay Pacific, Chris Pratt.
Juru bicara Cathay Pacific mengatakan, aksi laga itu telah disetujui pengawas lalu lintas udara di Seattle, namun tidak oleh maskapai. Inilah alasan pemecatan Wilkinson.
"Wilkinson salah satu elite di Cathay Pacific dan dia pasti sudah sangat dekat dengan para pejabat maskapai yang terbang hari itu," kata seorang pilot senior Cathay Pacific seperti dilansir harian Inggris, Daily Mail, Selasa (26/2/2008).
"Jika tak ada orang lain yang tahu soal ini, insiden itu mungkin tidak akan sejauh ini. Tapi begitu ini beredar di internet dan Departemen Aviasi Sipil Hong Kong terganggu dengan itu, ini akhir baginya," imbuhnya.
Ditegaskan pilot tersebut, meski pilot merasa bisa melakukannya, namun aksi tersebut tetap berbahaya, karena pilot sebenarnya tidak dilatih untuk itu, dan pesawat juga tidak dirancang untuk aksi seperti itu.
"Wilkinson pamer dan kebanyakan pilot mungkin akan menaruh simpati, namun mereka juga merasa dia telah mendapatkan apa yang pantas untuknya saat dipecat," tandasnya.
(ita/sss)











































