"Masih meragukan," jawab Siti saat ditanya wartawan mengenai penelitian itu sebelum mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (26/2/2008).
Menteri asal Solo itu juga mempertanyakan mengapa penelitian yang menemukan sejumlah produk susu dan makanan bayi mengandung enterobacter sakazakii itu. Selain itu, kata Siti, kenapa penelitian itu dilakukan di Bogor, siapa penelitinya dan penyandang dananya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Situ pun meminta masyarakat tidak resah. Dia berjanji segera mengambil tindakan atas hasil penelitian yang baru saja dirilis IPB itu.
Siti juga sudah meminta laporan dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) apakah penelitian itu cukup signifikan dalam membahayakan kesehatan masyarakat.
"Belum ada wabah mencret karena enterobacter," tandasnya.
Baru-baru ini, IPB menemukan adanya susu formula dan makanan bayi yang diduga mengandung zat berbahaya jenis enterobacter sakazakii. Namun IPB masih belum merilis nama produk-produk tersebut. (ken/sss)











































