"Kita meminta polisi mengungkap identitas saksi dan pelaku. Jika tidak terungkap, akan merusak citra taksi di Bali yang dikenal ramah pada tamu," cetus sopir taksi Wayan Artana kepada detikcom, di Pantai Kuta, Badung, Senin (25/2/2008).
Namun Artana yang sehari-hari mengendarai Komotra Taksi itu menyayangkan juga kelengahan korban perkosaan, JT. "Harusnya naik taksi, ya tahu perusahaan taksi mana," kata Artana yang ditemui sedang mencari calon penumpang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika tidak mengembalikan barang penumpang saja dalam 1 kali 24 jam, kita kena sanksi dikeluarkan. Apalagi jika melakukan perkosaan," kata Wardana.
Wardana menduga pelaku perkosaan itu bukan sopir taksi resmi alias taksi ilegal. Taksi itu tak memiliki identitas perusahaan, tanpa nomor, hanya ada tulisan 'taksi'. (aba/ary)










































