Beberapa wartawan yang masuk ke ruang press room sempat kaget saat melihat TV merek Samsung itu sudah terpampang persis di samping pintu kaca press room, Senin (25/2/2008).
Menurut Koordinator Press Room DPR, Monang Sinaga, sebelumnya Sekjen DPR tidak pernah memberitahukan pemberian fasilitas TV untuk wartawan DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Monang menegaskan, ditambahnya fasilitas LCD di press room, tidak akan mengurangi daya kritis para juru berita terhadap DPR dan kesekjenan.
Namun, Monang melanjutkan, saat ini yang lebih dibutuhkan oleh wartawan adalah fasilitas wifi karena banyaknya wartawan yang menggunakan laptop dalam penulisan berita.
"Padahal wifi ini sudah lama kita minta tapi belum dipenuhi," kata Monang.
Sebelum adanya LCD ini, press room DPR sudah difasilitasi TV 32 inch. Dengan adanya LCD, terkesan terlalu berlebihan.
Fasilitas LCD di DPR menimbulkan polemik beberapa waktu. Penyebabnya pengadaan terkesan mendadak, dan tidak ada sosialisasi sebelumnya. Wasekjen DPR Nining Indrasaleh menyatakan anggaran pengadaan LCD sudah dirancang sejak pertengahan tahun lalu. Namun baru direalisasi awal tahun ini.
Nining berdalih pemberian fasilitas LCD di setiap sudut dan lokasi strategis DPR untuk mengumumkan jadwal kegiatan persidangan di DPR.
Namun pantauan detikcom selama beberapa hari ini, LCD berharga belasan juta rupiah itu justru menampilkan program televisi, bukan jadwal persidangan seperti yang dimaksud Wasekjen.
(nik/asy)











































