Aksi protes para siswa MAN Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, dilakukan sejak pagi hari, Senin (25/2/2008). Mereka mempersoalkan sikap para guru yang suka bertindak kasar saat mengajar.
"Kami tidak terima pemukulan itu. Ini harus diberi sanksi," ujar Nur Haerah, siswi berjilbab kelas 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dilempar, dan lalu dipukuli. Padahal bukan guru itu yang saya maksud. Yang saya panggil adalah teman saya," sebutnya di depan pertemuan siswa dan pihak sekolah yang dimediasi oleh komite siswa.
Rahman, siswa kelas 2, juga mengaku dipukuli oleh guru lainnya bernama Bahar. Gara-garanya, Rahman tidak menghapal salah satu bacaan salat.
Perlakuan serupa juga sering dilakukan guru lainnya. "Pak Dedi juga sering memukul kami kalau menyuruh salat. Harusnya kan tidak memukul," ujar siswa yang enggan disebutkan namanya.
Berharap masalah selesai, Kepala Sekolah Ahmad Hasan lalu mendatangi Rahman dan meminta maaf. Saat Ahmad meminta maaf, puluhan siswa kelas 3 yang pro tindakan sekolah langsung memburu Rahman. Mereka menilai Rahmanlah yang harus minta maaf karena tidak mematuhi peraturan sekolah.
"Kelas 1 dan kelas 2 selalu meminta ada sanksi. Padahal mereka dipukul karena tidak mematuhi peraturan sekolah," ujar Randi, salah seorang siswa kelas 3 yang pro sekolah.
Saat Rahman diburu, guru tak bisa berbuat banyak. Rahman sempat dipukuli oleh sejumlah kakak kelasnya itu. Beruntung, tak lama kemudian salah seorang guru berhasil mengamankan Rahman.
Namun tak urung, kejadian itu sempat membuat ketegangan antara siswa kelas 1, 2 dengan kelas 3. Siswa kelas 3 akhirnya disuruh kembali ke kelasnya agar tidak terjadi tawuran. (djo/nrl)











































