"Kami sudah datang dengan baik-baik, dengan lobi. Tapi kami tetap tidak diperhatikan. Sekarang kami datang dengan massa guru honorer untuk menuntut hak," kata koordinator FTHSNI Boyolali Hartono dalam orasinya di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2008).
Massa yang rencananya akan bertambah hingga mencapai 5.000 orang ini berencana melakukan audiensi dengan Komisi X DPR yang membidangi pendidikan. Jika dalam audiensi, status mereka tidak juga jelas, para guru honorer ini akan merangsek ke Istana Merdeka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segera angkat kami jadi PNS," teriak para guru yang mayoritas mengenakan safari coklat sambil mengangkat tangannya yang terkepal.
"Meski saya sudah jadi CPNS, saya tetap berjuang agar honorer puluhan tahun tetap diangkat juga," kata orator lainnya, Sahbirin.
Tenaga honorer ini datang dari Karawang, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Tegal, Rembang dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa.
Mereka mendesak pemerintah melalui DPR membuat PP yang mengakomodir nasib tenaga honorer, khususnya guru sukarelawan.
"Kami cuma minta diangkat menjadi PNS, bukan hanya guru tapi juga saudara-saudara kami tenaga honorer lainnya," kata guru honorer dari Karawang, Suwandi, kepada wartawan.
Selain itu, mereka meminta pemerintah merekrut PNS dengan usia maksimal 51 tahun.
Meski tertib, aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB sempat membuat macet lalu lintas di kawasan Senayan.
(nvt/sss)











































