"Tidak berpotensi tsunami. Biasanya yang diatas 6,5 SR," kata Kepala Sub Bidang Informasi Dini BMG Budi Waluyo, kepada detikcom melalui sambungan telepon, pukul 22.40 WIB, Minggu (24/2/2008).
Budi menjelaskan, aktivitas tektonik berupa pergerakan lempengan saat ini terus terjadi. "Lempengan utama bergerak dari Samudera Hindia," ujarnya.
Dalam satu tahun pergerakan lempengan itu terjadi sepanjang 7 Cm. Proses ini akan terus berlangsung selama bumi masih ada.
Menurutnya, gempa terjadi apabila pergerakan lempengan terbentur dengan lempengan lainnya. Di pesisir barat Pulau Sumatera itulah tempat pertemuan antara lempeng Indo Australia dengan eurasia. Budi menyebutkan, wilayah di barat Sumatera, selatan Pulau Jawa, Nusa Tenggara dan Papua merupakan daerah-daearah yang akan terus terkena dampak dari pertumbukan lempengan ini.
Hingga kini, belum ada laporan kerusakan akibat rangkaian gempa di Bengkulu. Berdasarkan laporan dari daerah, Budi mengatakan gempa juga terasa di Padang dengan kekuatan II-III MMI.
(bal/bal)











































