15 Hektar Tanaman Padi di Sleman Ludes Dimakan Tikus

15 Hektar Tanaman Padi di Sleman Ludes Dimakan Tikus

- detikNews
Minggu, 24 Feb 2008 17:33 WIB
Sleman - Sekitar 15 hektar tanaman padi puso dimakan tikus di Kabupaten Sleman. Petani di wilayah Sleman bagian barat terancam gagal panen pada awal tahun 2008 ini.

Meski sudah berkali-kali dilakukan pemberantasan tikus dengan cara gropyokan massal dengan menangkap dan membongkar lubang persembunyian, tetap saja gagal. Pasalnya tikus-tikus yang berada di areal persawahanan itu cepat sekali berkembang biak dan selalu
berpindah-pindah sarang.

"Dua kali tanam padi dalam setahun, satu kali pasti gagal akibat diserang tikus," kata Margiono (50), warga Sendangrejo Kecamatan Minggir Sleman, kepada detikcom, Minggu (24/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan hama tikus hampir selalu melanda wilayah Sleman bagian barat yang merupakan sentra padi. Lahan padi yang diserang sebagian besar di Kecamatan Minggir, Moyudan, Seyegan dan Godean. "Di wilayah Sendangrejo Kecamatan Minggir saja lebih dari 15
hektar sawah yang terserang," kata dia.

Menurut dia, serangan hewan pengerat itu selalu berpindah-pindah wilayah. Bila ada lahan tanaman padi yang mulai berbuah, dalam waktu singkat pasti sudah dimakan habis.

Berbagai cara telah dilakukan selama lebih kurang 3 tahun ini, namun serangan hama tikus itu selalu terjadi. Di beberapa areal sawah di Kecamatan Minggir dan Moyudan, juga pernah dilepas beberapa ekor ular sawah jenis Python dan burung hantu pemakan tikus , tetapi tidak efektif mengendalikan hama tersebut. "Kalau dipasangi racun tikus juga tidak mempan," keluh dia.

Bila dilakukan dengan cara gropyokan beramai-ramai, kata dia, puluhan ekor tikus dapat ditangkap dan dibunuh. Namun biasanya kawanan tikus yang selamatย  langsung berpindah tempat. Sebab lubang tempat persembunyian tikus di sepanjang pematang sawah dan
pinggir sungai sudah dirusak petani.

"Repotnya kalau dengan cara itu, tikus-tikus itu biasa ngamuk di sawah lain beberapa hari setelah gropyokan," katanya.

Menurut dia, bantuan kepada warga Sendangrejo berupa peralatan dari Pemkab Sleman seperti 25 lampu petromaks, 40 buah alat semprotan api, 40 kg racun tikus dan 1 ton belerang dapat membantu warga memberantas tikus.

"Petani di sini sudah jengkel, tapi gropyokan adalah salah satu cara untuk mengendalikan hama tikus. Tak ada cara lain lagi kecuali seperti ini," kata Margiono. (bgs/asy)


Berita Terkait