"Kader Golkar tidak berani memakai baju kuning. Kalau pun diundang, kaos partai Golkar itu disimpan dulu. Baru kalau sudah sampai dipakai," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono.
Hal itu disampaikan dia dalam sambutannya di acara Orientasi Fungsionaris Partai Golkar Lampung Angkatan I Tahun 2008, di Kantor DPD Partai Golkar Lampung, Minggu (24/2/2008).
Akibat musibah yang melanda partai berlambang pohon beringin itu, kata Agung, perolehan suara Golkar merosot tajam. Golkar hanya bertengger di urutan kedua dengan suara kurang dari 20 %.
Agung mengatakan, karena itu pimpinan partai Golkar berpikir bagaimana mengembalikan pengaruh partai. Muncullah gagasan untuk menciptakan fungsionaris partai pada 2000.
"Fungsionaris untuk meningkatkan dan mengoptimalkan dan mengoptimalkan program partai. Dia diharapkan dapat memperbesar basis-basis partai," imbuh Agung.
Tidak hanya di tingkat pusat, lanjut Agung,fungsionaris partai Golkar diterjunkan ke daerah-daerah. Tugasnya menggalang masyarakat menjadi simpatisan Golkar dan mencoblos gambar pohon beringin dalam pemilu.
Menurut Agung, berkat upaya tersebut, kekuasaan partai Golkar pulih. Bahkan, pada pemilu 2004 lalu, Golkar mengungguli partai-partai lain dalam perolehan suara, yakni 23 %.
"Ke depan tugas pokok kita cukup berat, bukan hanya mempertahankan kemenangan 2004. Namun mencapai kemenangan yang lebih besar di tahun 2009 mendatang," pungkas Agung.
(irw/iy)










































