"Risiko terkena kanker serviks meningkat dengan bertambahnya usia dan menyentuh kehidupan wanita pada saat terpenting dalam hidupnya, antara usia 30 hingga 50 tahun saat aktif bekerja," kata DR Dr Andrijono SpOG(K), pakar ahli kandungan RSCM Jakarta.
Andrijono menyampaikan pernyataan ini dalam women gathering bertemakan "Pencegahan Dini Kanker Serviks" di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (24/2/2008).
Menurut Andrijono, penyakit ini disebabkan infeksi dari virus HPV. Terdapat 19 jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks. Namun HPV 16 dan 18 yang menyebabkan lebih dari 70 persen kanker serviks.
"Dua genotipe ini yang paling banyak di Indonesia," imbuh dia.
Andrijono menjelaskan, virus HPV ini bisa menyebabkan kanker serviks bagi wanita yang telah berhubungan seksual. Namun wanita yang terinfeksi HPV tak memandang usia atau gaya hidup.
"Yang sering kena HPV itu wanita yang berhubungan seksual, tapi yang belum juga bisa terjadi tapi kecil," ujar dia.
Berdasarkan data, di dunia sekitar 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks. Di dunia sekitar 500 ribu perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan rata-rata 270 ribu kematian setiap tahun.
Sementara di Indonesia penyakit nomor satu yang diderita wanita ini ada 40 hingga 45 kasus baru perharinya. Jumlah kematian pun 20 hingga 25 orang per hari. Setiap satu jam, seorang perempuan meninggal karena kanker serviks. (mly/asy)











































