Acara simulasi ini digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI), yang didukung oleh TNI AL, polisi, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan unsur-unsur masyarakat. Acara simulasi yang digelar pukul 10.00 WIB ini disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Prijanto.
Dalam simulasi ini, diskenariokan terjadi gelombang pasang setinggi 3-5 meter menggenangi Muara Baru. Beberapa buah kapal terendam dan banyak warga terjebak di rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, para korban dibawa ke Pusat Posko Penanggulangan Banjir yang terletak di lapangan Properindo, berjarak sekitar 1 Km dari pantai. Di sana, mereka mendapat perawatan dari tim medis. Di lapangan ini didirikan pos komunikasi, RS Lapangan, dan dapur umum. Β
Tim evakuasi juga melakukan evakuasi terhadap warga korban banjir yang berada di dalam rumah. Sebagai langkah pertama, sejumlah petugas dan warga membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya. Mereka kemudian meminta warga untuk segera mengungsi. Para korban kemudian dibawa ke Lapangan Properindo.
Diskenariokan sempat terjadi penolakan sebagian warga. Mereka memilih untuk tetap berdiam di dalam rumah dan enggan mengungsi. Namun, setelah dibujuk, mereka akhirnya menuruti imbauan petugas untuk mengungsi.
Wakil Gubernur Prijanto mengaku puas terhadap latihan ini. "Latihan seperti ini penting untuk meningkatkan koordinasi antar petugas sebelum, saat bencana dan pasca bencana," kata Prijanto.
Prijanto juga mengimbau, jika bencana benar-benar datang, masyarakat tetap berpegang pada prosedur pada saat latihan. "Kejadian yang sesungguhnya, banyak masyarakat yang tidak mau mengungsi. Mereka tetap memilih tinggal di rumahnya. Saya harapkan nanti bisa berlangsung sesuai dengan latihan," kata dia.
Dalam latihan ini, dikerahkan sekitar 1.000 petugas dan ormas, yang bertugas melakukan evakuasi. Sementara sekitar 2.500 warga setempat tampak antusias mengikuti simulasi ini. (asy/ndr)










































