Isu Global Bernama Rokok

Isu Global Bernama Rokok

- detikNews
Sabtu, 23 Feb 2008 23:15 WIB
Jakarta - Bentuknya sederhana. Silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm dan diameter 10 mm. Itulah rokok. Namun akibat merokok tidak sesederhana bentuknya. Tak heran rokok kini menjadi isu global.

Bagi sebagian orang, rokok adalah sahabat sejati yang menemani di segala situasi. Rokok pun kerap dijadikan penolong. Saat seseorang merasa gelisah atau tidak tahu apa yang harus dilakukan, rokok menjadi pelarian.

"Rokok telah menjadi a global issue. Di banyak negara seperti China, Indonesia, India, masih sangat banyak yang merokok," ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Adiati Arifin M Siregar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Adiati dalam perbincangan dengan detikcom di Jakarta, Sabtu (23/2/2008).

Dikatakan dia, zat dalam rokok bersifat addictive. Nikotin pada rokok menimbulkan rasa ketagihan dan kenyamanan. Ironisnya, nikotin pula yang menjadi sumber penyakit mematikan bagi perokok.

Nikotin adalah racun alkaloid yang hanya ada dalam tembakau. Bersifat sangat adiktif dan mempengaruhi otak dan susunan saraf pusat.

"Sudah banyak yang kecanduan rokok. Sampai ada yang ngeteng buat ngerokok," lanjut Adiati.

Jika telah terpengaruh nikotin dalam tembakau, seseorang sulit berhenti merokok. Dalam tenggang waktu 20-25 tahun sejak seseorang mulai menggunakan tembakau, mulai timbul berbagai penyakit.

Pada laki-laki, tembakau dapat menyebabkan infertilitas, impotensi, dan gangguan sperma. Sedangkan pada perempuan berpotensi hamil di luar kandungan, nyeri haid, menopause dini, dan infertilitas.

quitsmocking.about.com menyebutkan, perokok yang berusaha berhenti merokok akan merasakan sangat ingin merokok, mudah marah, sulit tidur, sulit konsentrasi, sakit kepala, dan sebagainya. Tidak gampang memang. Namun tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. (nvt/ndr)



Berita Terkait