"Nanti kalau saya sudah selesai tugasnya, November. Saya tidak mau ikut berkompetisi dengan atasan saya (presiden - Red)," ujar pria yang dua kali menjabat sebagai gubernur DIY ini.
Hal ini disampaikannya dalam acara silahturahmi dengan yayasan Ekayasa Umadha di rumah makan Sari Sunda, Jl.Soekarno-Hatta, Sabtu (23/2/2008),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjadi pemimpin adalah amanat. Jika rakyat mengamanatkan saya untuk maju (mencalonkan diri - Red), ya saya akan maju. Toh buat apa saya maju jika hasilnya adalah gagal," ujarnya.
Makin mencuatnya wacana ini setelah Sultan mendatangi fraksi PAN di DPR 5 Oktober 2007 lalu. Ketika disinggung tentang partai yang mendekatinya, Sultan lagi-lagi menjawab diplomatis.
"Nantilah tunggu UU Pemilu sudah selesai. Walaupun sekarang didekati tapi ternyata partai tersebut tidak lolos verifikasi kan bagaimana. Jadi nantilah kita lihat. Siapapun itu partainya. Tunggu saya selesai jabatan gubernur," jelasnya. (ndr/)











































