Demikian dikatakan anggota Komisi V DPR RI, Afni Ahmad, di Jakarta, Sabtu (22/2/2008).
Sebagai contoh, kata Afni, banjir yang kerap melanda kota Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu, pemerintah harus bisa menyiasati curah hujan yang tinggi sehingga tidak menjadi bencana banjir dan bermanfaat saat musim kemarau.
Salah satu caranya dengan cara membangun 'lahan parkir air' di sekitar 13 sungai yang melintasi Jakarta. "Air adalah rahmat Tuhan, jadi harus dimanfaatkan. Jangan langsung dibuang ke laut," ujarnya.
Afni mengaku kecewa terhadap Pemprov DKI Jakarta atas pembangunan industri properti di Pantai Indah Kapuk dan di sekitar ruas tol Prof Sedyatmo. Menurutnya, fungsi awal kawasan tersebut bukan untuk kepentingan komersial tetapi sebagai daerah resapan air.
"Banjir kiriman dari arah selatan Jakarta seharusnya disimpan di waduk-waduk kecil, sebelum digelontorkan ke Laut Jawa. Ini sangat berguna untuk cadangan air, apalagi BMG sudah memprediksi bahwa musim kemarau mendatang akan berlangsung lama," tegasnya.
Mengenai banjir di pantura Jawa dan di daerah aliran Sungai Bengawan Solo, Afni mengatakan, hal ini juga menunjukkan perlunya program pembangunan yang memperhatikan fenomena alam. Contohnya Jepang yang memiliki potensi gempa bumi. Negara tersebut menerapkan program infrastruktur yang tahan guncangan gempa.
"Banjir di Indonesia adalah fenomena alam dan bukan bencana, jadi janganlah mencari-cari kambing hitam," kata dia. (djo/umi)











































