10 Pria Terkapar Gara-gara Obat Kuat Ilegal

10 Pria Terkapar Gara-gara Obat Kuat Ilegal

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 22:02 WIB
Jakarta - Maksud hati ingin mendapatkan kepuasan. Setelah mengkonsumsi obat kuat ilegal, 10 pria ini malah dilarikan ke rumah sakit.Peristiwa itu terjadi di Singapura. Atas peristiwa itu, pemerintah Singapura pun mewanti-wanti negara tetangganya yakni China, Hong Kong, dan kawasan Asia Tenggara agar berhati-hati dalam peredaran obat kuat ilegal tersebut. Otoritas Ilmu dna Kesehatan (HSA) Singapura menyampaikan, pria yang berumur antara 30-70 tahun terkapar setelah mengonsumsi Power 1 Walnut.

Demikian dilansir dari AFP, Jumat (22/2/2008). Menurut HSA, tes yang dilakukan menunjukkan, obat tersebut mengandung glibenclamide yang biasanya menjadi resep bagi para penderita diabetes. Obat itu juga mengandung sildenafil yang biasa digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi.

Selain 20 orang itu, sebenarnya masih ada 29 orang lainnya yang diduga juga menjadi korban obat ilegal tersebut. Namun mereka tidak bisa dikonfirmasi. Para korban mempunyai gejala tingkat gula darah yang rendah, mereka juga mengalami pusing, keringat dingin, gelisah, dan kehilangan kesadaran. Hasil analisa menunjukkan, obat kuat yang dikonsumsi mereka mengandung glibenclamide yang berlebihan sehingga dapat mengakibatkan ketidaksadaran, stroke, bahkan kematian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"HSA telah memperingatkan negara ASEAN lainnya, juga China dan Hong Kong untuk memperhatikan produk sejenis yang mengandung glibenclamide dan sildenafil," ujar petugas HSA.

Di Negeri Singa itu, lebih dari 75 ribu Power 1 Walnut dan obat kuat lainnya ijual di jalanan dnegan harga 200 ribu dollar Singapura atau sekitar US$ 143 ribu. Karena itu, 4 orang ditahan dan diinvestigasi.

Label obat itu tertulis dibuat oleh perusahaan bernama Guangzhou Xinkauili Limited Company. Obat itu diduga masuk ke Singapura secara ilegal. Untuk diketahui, obat itu mengklaim hanya menggunakan bahan-bahan alami.

(nvt/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads