Anggaran Akan Dipotong, Dephan Minta Depkeu Pertimbangkan

Anggaran Akan Dipotong, Dephan Minta Depkeu Pertimbangkan

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 18:51 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan berharap Menkeu Sri Mulyani mampu menemukan solusi atas keberatan terhadap rencana pemotongan anggaran hingga Rp 5 trilliun lebih. Tapi, Dephan tidak akan memaksakan Pemerintah Pusat untuk memenuhi keinginan tersebut.

"Dari yang disampaikan Menhan, Menkeu akan merespon usulan Menhan. Karena saya kira kebutuhan operasional pertahanan sangat terkait dengan kepentingan nasional," kata Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/2/2008).

Sjafrie membenarkan, Menhan Juwono Sudarsono baru saja bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani. Dalam pertemuan itu, Menhan meminta Menkeu agar sangat mempertimbangkan kondisi kebutuhan TNI yang secara operasional sangat mendesak, sebab Depkeu telah menyampaikan anggaran Dephan dan Mabes TNI yang akan dipotong adalah belanja modal serta belanja barang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya bila Dephan minta agar anggaran tidak dipotong akan diikuti departemen lainnya. "Makanya kita tak boleh memaksakan karena kita pada posisi satu sisi harus mempertimbangkan kemampuan keuangan negara dalam kondisi ini. Di satu sisi juga kita ingin sampaikan bahwa kebutuhan mendesak ini mempunyai risiko terhadap kebutuhan operasional. Jadi mungkin akan ada jalan tengah," jawabnya.

Sjafrie menjelaskan, jalan tengah yang dimaksudnya adalah alternatif-alternatif pengecilan dari jumlah yang seharusnya dipotong. Dia melanjutkan, pemotongan diharapkan tidak sampai jumlah yang 15 persen.

"Toleransi Dephan itu kita harapkan pemotongan itu hanya sebesar Rp1,9 triliun atau sekitar 5 persen saja dari total anggaran," imbuh dia.

Lebih jauh Sjafrie menegaskan, Dephan tidak boleh memaksakan kondisi yang boleh dialami pemerintah secara keseluruhan. Dengan kata lain, imbuhnya, Dephan tidak akan memaksakan kemampuan keuangan negara untuk langsung memenuhi kebutuhan Dephan dan Mabes TNI.

"Karena untuk hitung-hitungan anggaran itu bukan urusan kita. Kita tak menguasai masalah dan kita tak tahu kondisi kemampan keuangan negara sekarang," tandasnya.
(zal/mly)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait