Sebuah podium besar sudah disiapkan di atas panggung untuk berpidato, tapi Prijanto justru turun menyapa anak-anak dari 50 sekolah dasar di Jakarta.
Keakraban Prijanto dengan anak-anak SD itu tampak dalam acara Dokter Kecil Award di Balai Penataran Guru Jl Nangka No 60 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (22/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak, Indonesia itu luas dari Sabang sampai Merauke. Coba lihat dari ujung Sumatera itu didiami suku apa saja? Ke bawahnya lagi ada suku apa itu yang pakai topinya seperti kerbau?" tanya Prijanto sambil mengarahkan mikrofon di tangannya ke anak-anak itu.
Spontan anak-anak peserta dokter kecil itu pun berebutan menjawab. Ada yang menjawab dari Aceh, ada yang menjawab dari Minangkabau, Batak dan lainnya.
Prijanto tampak berhasil mencuri perhatian anak-anak. Sebagian besar anak-anak itu fokus pada pembicaraan dan canda Prijanto. Namun ada juga di antaranya yang asyik menggambar.
Prijanto mewanti-wanti anak-anak agar menjaga kesehatan. "Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Kalau di kantin, anak-anak mendapati kain lap yang kotor, anak-anak harus berani mengatakan kepada ibu kantin kalau kain lapnya harus diganti," tegasnya.
Sementara Ketua IDI Fahmi Idris yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, program dokter kecil ini merupakan salah satu kurikulum di luar mata pelajaran sekolah. Program ini mirip seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Β
"Tujuannya bagaimana menumbuhkan awareness di usia dini. Program ini sudah lama tapi perlu direvitalisasi," ungkapnya.
Program ini berlangsung dari 22 Februari sampai 4 Mei 2008. Dari 100 peserta akan dipilih 30 orang yang akan diberi workshop lanjutan. Kemudian disaring menjadi 5 pemenang perorangan, dan 1 sekolah. (ziz/nrl)











































