"Ya berarti sudah di-otek-otek. Sudah dikirim tapi sudah dirusakin, mungkin sudah dibuat vaksin atau bagaimana," ujar Menkes Siti Fadilah Supari kepada wartawan di kediamannya, Jl Denpasar Raya 14, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/2/2008).
Virus flu burung bisa kembali, ujar Menkes, setelah sekian lama berjuang menuntut transparansi melalui mekanisme transfer virus atau material transfer agreement (MTA). Virus flu burung yang telah diubah itu, lanjutnya, semakin menguatkan kecurigaan Menkes yang semula bertanya-tanya tujuan penelitian virus itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimana perubahan virus yang telah dikembalikan itu? "Dilemahkan," ungkapnya. Selebihnya Menkes lebih berteka-teki tentang virus itu.
"Bagaimana 58 virus yang saya minta akhirnya kembali betul ke Indonesia tapi sudah berubah bentuk. Bagaimana perjuangan saya sampai dicekal. Bagaimana saya sampai disuruh menarik buku. Nanti di jilid kedua. Buku kedua nanti asyik sekali. Tapi cukup untuk buku kedua saja," tuturnya setengah berpromosi.
(nwk/nrl)










































