Peristiwa ini berawal saat Tambah sedang jalan-jalan di Monas, Jakarta Pusat pada Kamis 21 Februari 2008 pukul 20.30 WIB.
Tambah yang berjalan tanpa pasangan dan teman ini rupanya dijadikan mangsa empuk Aris Susanto (26) dan Ahmad Wijaya (20).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aris pun 'akting' dengan berpura-pura meminta rokok kepada Tambah. Tambah memberi Aris sebatang rokok. Bukan ucapan terima kasih yang didapat, Tambah justru diancam dengan celurit oleh Aris. Leher Tambah dikalungi celurit.
Aris meminta Tambah menyerahkan barang berharga miliknya. Tanpa perlawanan, Tambah menyerahkan dompet miliknya. Namun Aris hanya menemui uang selembar Rp 10 ribu. Meski cekak, uang Tambah tetap dibawa kabur Aris. Ngeeeng...!
Tambah lantas bergegas mengadukan aksi perampokan ini ke kantor polisi terdekat. Aparat kepolisian pun segera bergerak mengejar pelaku.
Jejak Aris dan Ahmad akhirnya tercium aparat. 2 Pemuda ini dibekuk di depan kantor Pertamina, samping Masjid Istiqal dan selanjutnya digelandang ke Polda Metro Jaya.
"Mereka dibekuk dengan barang bukti celurit dan uang Rp 10 ribu. Jangan dilihat besar uangnya. Tetapi kan ini kejahatan yang meresahkan masyarakat. Jadi kita harus melihat ke arah situ," kata Kasat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/2/2008). (aan/sss)











































