Wagub NAD: Tak Ada Krisis di Sinabang Pasca Gempa

Wagub NAD: Tak Ada Krisis di Sinabang Pasca Gempa

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 13:43 WIB
Banda Aceh - Meski diguncang gempa 7.3SR pada Rabu lalu, sampai kini Simeuleu tidak mengalami krisis. Meski ada rumah dan fasilitas publik yang mengalami kerusakan cukup parah.Demikian disebutkan Wakil Gubernur NAD, Muhammad Nazar dalam jumpa pers yang digelar di kantor Gubernur NAD, Jumat (22/02/2008). Pernyataan itu berdasarkan hasil kunjungannya Kamis kemarin ke Simeuleu.

"Aktifitas pemerintahan sudah normal. Demikian juga denga pelayanan publik. Tidak ada krisis di Simeuleu, tidak ada pengungsi," terangnya.

Kebutuhan seperti beras dan obat-obatan menurutnya mencukupi. Walau demikian,Β  bantuan seperti obat-obatan terus dikirim, untuk mengantisipasi situasi keadaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nazar, gempa di Simeulue menyebabkan 15 rumah yang rusak berat dan 88 rumah lainnya rusak ringan. Bencana itu juga menyebabkan 4 rumah ibadah rusak berat, 9 rusak ringan, 8 SD rusak berat, 13 SD rusak ringan, 14 SMP rusak berat, 5 SMP rusak ringan. 8 gedung SMA juga rusak, 4 di antaranya rusak berat.
Β 
"Meski ada beberapa bangunan sekolah yang rusak berat, tapi tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar anak-anak sekolah. Tidak ada masalah," katanya lebih lanjut.

Sedangkan gedung perkantoran yang rusak tercatat, rusak berat 19 unit dan rusak ringan 32 unit. Pasar rusak ringan 16 unit, jembatan rusak ringan 2 unit. Sarana kesehatan rusak ringan 4 unit dan rusak ringan 9 unit.

Kantor Polsek Simeulue Timur mengalami rusak ringan, kantor Polsek Simeulue Tengah dan Simeulue Barat mengalami rusak berat. Dermaga juga dilaporkan dalam keadaan rusak berat. Tapi semunya kini tengah diperbaiki.

"Sebagian rumah yang rusak itu rumah bantuan BRR dan bantuan beberapa lembaga lain. Karena sudah rusak akbat gempa yang terjadi, sepertinya kita perlu mempertanyakan kembali kualitas bangunan rumah yang mereka buat," keluh Nazar.

Menurut Nazar, seharusnya ketika rumah-rumah itu dibangun sudah siap dengan konsekuensi guncangan gempa. Sehingga harusnya, rumah-rumah yang dibangun itu memiliki kekuatan dari rumah biasa, hingga tidak hancur akibat gempa. (ray/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads