Wagub NAD: Pasca Gempa Tak Ada Krisis di Simeulue

Wagub NAD: Pasca Gempa Tak Ada Krisis di Simeulue

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 13:35 WIB
Banda Aceh - Pada 20 Februari 2008 lalu, Simeulue, NAD, diguncang gempa dengan kekuatan besar yakni 7,3 skala Richter. Walaupun beberapa rumah dan fasilitas publik mengalami kerusakan cukup parah, Simeulue tidak mengalami krisis.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur NAD, Muhammad Nazar dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Gubernur NAD, Jumat (22/02/2008).

Pernyataan itu berdasarkan hasil kunjungannya pada Kamis kemarin ke Simeulue. "Aktifitas pemerintahan sudah normal. Demikian juga dengan pelayanan publik. Tidak ada krisis di Simeulue, tidak ada pengungsi," terangnya.

Kebutuhan masyarakat seperti beras dan obat-obatan juga dalam kondisi mencukupi. Walau demikian, bantuan obat-obatan terus dikirim sebagai antisipasi.

Sementara itu, menurut data yang dilansir Pemda NAD, rumah yang rusak berat mencapai 15 unit dan rumah yang rusak ringan ada 88 unit. Rumah ibadah, rusak berat 4 unit dan rusak ringan 9 unit. Sedangkan gedung sekolah, ada 8 unit gedung SD yang rusak berat dan 13 SD rusak ringan.

Gedung SMP, yang rusak berat ada 4 unit dan yang rusak ringan 5 unit. Dan gedung SMA yang mengalami rusak berat ada 4 unit, serta 4 unit rusak ringan.

"Meski ada beberapa bangunan sekolah yang rusak berat, tapi tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar anak-anak sekolah. Tidak ada masalah," jelas Nazar.

Sedangkan untuk gedung perkantoran, yang rusak berat ada 19 unit dan rusak ringan 32 unit. Pasar rusak ringan 16 unit, jembatan rusak ringan 2 unit. Sarana kesehatan rusak ringan 4 unit dan rusak ringan 9 unit.

Kantor Polsek Simeulue Timur mengalami rusak ringan, sedangkan Mapolsek Simeulue Tengah
dan Simeulue Barat rusak berat. Dermaga juga dilaporkan dalam keadaan rusak berat. Tapi semuanya kini tengah diperbaiki.

"Sebagian rumah yang rusak itu rumah bantuan BRR dan bantuan beberapa lembaga lain. Karena sudah rusak akbat gempa yang terjadi, sepertinya kita perlu mempertanyakan kembali kualitas bangunan rumah yang mereka buat," sambung Nazar.

Seharusnya, lanjutnya, rumah-rumah itu dibangun dengan konsekuensi guncangan gempa. Karena itu, sudah seharusnya rumah-rumah yang dibangun itu memiliki kekuatan lebih daripada rumah biasa, sehingga tidak hancur akibat gempa. (ray/nvt)


Berita Terkait