Perjuangan Transparansi Beres, Menkes Kirim 12 Virus ke WHO

Perjuangan Transparansi Beres, Menkes Kirim 12 Virus ke WHO

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 11:31 WIB
Perjuangan Transparansi  Beres, Menkes Kirim 12 Virus ke WHO
Jakarta - Perjuangan mewujudkan material transfer agreement (MTA) atau perjanjian transfer virus, berbuah manis. Setelah sekitar 1 tahun, MTA disetujui World Health Organization (WHO), 12 sampel virus flu burung pun dikirim.

"Sudah. Minggu yang lalu. Kita kirim 12," ujar Menkes Siti Fadilah Supari di kediamannya, Jl Denpasar Raya 14, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/2/2008) malam.

Virus flu burung yang dikirim itu, lanjutnya, untuk 12 kasus flu burung terbaru yang terjadi di Indonesia. Virus itu dikirimkan ke WHO Colaborating Center (WHO CC) di Atlanta, Amerika Serikat. Virus itu langsung dikirim begitu MTA yang prosesnya alot, langsung disetujui pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mereka sudah mau menandatangani MTA maka kita harus kirim ke sana. Artinya hak kita terlindung dengan MTA itu. Kalau akan dibikin seed virus saya harus diberi tahu, kalau akan dibikin vaksin saya harus diberi tahu," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini.

Menurut wanita asal Solo ini, sampel virus ini dikirimkan pertama kalinya setelah Indonesia mogok mengirimkan sampel virus ke WHO akhir tahun 2006 lalu. Indonesia mogok mengirimkan virus karena sistem transfer yang tidak transparan.

Apa yang diminta Depkes RI kalau seandainya virus itu untuk vaksin? "Sedang dibicarakan. Mereka sudah setuju kalau kita punya hak. Tapi berapa persennya, itu awal Maret 2008 nanti," tegasnya.

Menkes juga mengatakan keberhasilan MTA ini, merupakan gebrakan pertama negara berkembang terhadap sistem transfer virus yang tidak adil dan lebih menguntungkan negara maju.

"Ini yang pertama. Selama 60 tahun ini nggak ada yang berani," katanya. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini