"Sudah. Minggu yang lalu. Kita kirim 12," ujar Menkes Siti Fadilah Supari di kediamannya, Jl Denpasar Raya 14, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/2/2008) malam.
Virus flu burung yang dikirim itu, lanjutnya, untuk 12 kasus flu burung terbaru yang terjadi di Indonesia. Virus itu dikirimkan ke WHO Colaborating Center (WHO CC) di Atlanta, Amerika Serikat. Virus itu langsung dikirim begitu MTA yang prosesnya alot, langsung disetujui pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut wanita asal Solo ini, sampel virus ini dikirimkan pertama kalinya setelah Indonesia mogok mengirimkan sampel virus ke WHO akhir tahun 2006 lalu. Indonesia mogok mengirimkan virus karena sistem transfer yang tidak transparan.
Apa yang diminta Depkes RI kalau seandainya virus itu untuk vaksin? "Sedang dibicarakan. Mereka sudah setuju kalau kita punya hak. Tapi berapa persennya, itu awal Maret 2008 nanti," tegasnya.
Menkes juga mengatakan keberhasilan MTA ini, merupakan gebrakan pertama negara berkembang terhadap sistem transfer virus yang tidak adil dan lebih menguntungkan negara maju.
"Ini yang pertama. Selama 60 tahun ini nggak ada yang berani," katanya. (nwk/nrl)










































