Operator Teledor, Dishub Harus Audit Perawatan TransJ

Bus Terbakar

Operator Teledor, Dishub Harus Audit Perawatan TransJ

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 10:03 WIB
Jakarta - Operator bus TransJakarta dinilai lalai membiarkan bus TransJ koridor II tetap melaju meski tercium bau gas sejak dari Halte Harmoni, sehingga bus terbakar di kawasan Tugu Tani. Perawatan TransJ pun dipertanyakan.

Sebetulnya, kata pemerhati transportasi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada detikcom, penggunaan BBG untuk transportasi itu hal biasa.

Tidak hanya di Indonesia, sejumlah negara di Asia juga sudah mengganti bahan bakar solar dengan gas. India, misalnya. Bajaj kini sudah pakai BBG sehingga jadi ramah lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sini (Indonesia), persoalannya mungkin spesifikasi tidak tepat dalam mendesain alat. Nah, untuk Transjakarta yang terbakar, saya menduga lebih pada perawatan, apalagi ini bukan yang pertama kali," kata Tulus, Jumat (22/2/2008).

Dia menduga, tangki BBG jarang dibersihkan dan dikuras, sehingga gas bertekanan tinggi tersumbat dan menyebabkan kebakaran.

"Dalam hal ini persoalan tidak bisa selesai di sini, harus ada audit perawatan TransJakarta terkait penggunaan BBG. Sebab BBG kan harus ada perlakuan khusus karena tekanannya lebih tinggi. Saya menduga ada keteledoran teknisi," tuturnya.

Dia meminta Dishub DKI Jakarta memerintahkan operator melakukan pengecekan ulang sehingga, apakah sudah memenuhi standar atau belum sehingga publik merasa aman, mengingat TransJakarta kini sudah menjadi angkutan andalan warga.

"Jangan sampai kasus ini mengubah citra TransJakarta dan menumpang lari karenanya. Justru karena sudah jadi andalan harusnya dikelola baik dengan standar audit yang berlaku, terutama untuk perawatan," katanya.

(umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads