Sebetulnya, kata pemerhati transportasi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada detikcom, penggunaan BBG untuk transportasi itu hal biasa.
Tidak hanya di Indonesia, sejumlah negara di Asia juga sudah mengganti bahan bakar solar dengan gas. India, misalnya. Bajaj kini sudah pakai BBG sehingga jadi ramah lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menduga, tangki BBG jarang dibersihkan dan dikuras, sehingga gas bertekanan tinggi tersumbat dan menyebabkan kebakaran.
"Dalam hal ini persoalan tidak bisa selesai di sini, harus ada audit perawatan TransJakarta terkait penggunaan BBG. Sebab BBG kan harus ada perlakuan khusus karena tekanannya lebih tinggi. Saya menduga ada keteledoran teknisi," tuturnya.
Dia meminta Dishub DKI Jakarta memerintahkan operator melakukan pengecekan ulang sehingga, apakah sudah memenuhi standar atau belum sehingga publik merasa aman, mengingat TransJakarta kini sudah menjadi angkutan andalan warga.
"Jangan sampai kasus ini mengubah citra TransJakarta dan menumpang lari karenanya. Justru karena sudah jadi andalan harusnya dikelola baik dengan standar audit yang berlaku, terutama untuk perawatan," katanya.
(umi/nrl)











































