Salah satunya dengan bom. Mungkin terdengar ekstrem, tapi sebuah ide tetaplah patut dipertimbangkan.
"Masukkan bom ke bawah tanah. Pakai kawat diturunkan (ke pusat semburan lumpur)," kata ahli geologi ITB Rudi Rubiandini saat dihubungi detikcom, Jumat (22/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sederhana? Tapi bagaimana dengan penduduk yang tinggal di dekat pusat semburan? Tanah tempat rumah mereka berdiri bisa ikut 'ambrol' bukan?
"Ini hanya sebuah ide. Idenya juga dari teman saya. Please deh ayo kita bicarakan ide kita. Jangan cuma disimpan sendiri," jawabnya saat ditanya soal resiko teknik itu.
Semua teknik penghentian lumpur Sidoarjo tidak bisa serta merta menghilangkan genangan lumpur. Tidak menjadi masalah. Saat semburan sudah berhenti, maka lumpur bisa dimanfaatkan untuk hal lain.
"Itu tidak bisa langnsung hilang. Tapi nanti kan bisa dieksploitasi," pungkasnya.
(gah/ptr)











































