Hillary harus menang di kedua negara bagian tersebut jika masih ingin berlaga dalam bursa capres Partai Demokrat. Suaminya sendiri pun, mantan presiden Bill Clinton mengakui, jika Hillary Clinton kalah di dua negara bagian ini maka jalan untuk dicalonkan sebagai capres Partai Demokrat tertutup sudah.
Kubu Hillary sejauh ini yakin bahwa jagonya bakal menaklukkan Obama di Texas dan Ohio. Alasannya, antara lain, banyak pemilih Partai Demokrat di Ohio tergolong pekerja kasar (blue workers) yang selama ini dikenal sebagai basis pendukung Hillary Clinton. Sedangkan di Texas, Hillary akan meraih dukungan mayoritas warga hispanik. Beberapa jajak pendapat yang dilakaukan belakangan ini sepertinya mendukung optimisme kubu Hillary.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana dilaporkan koresponden detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini, menurut jajak pendapat yang diadakan antara tanggal 16-20 Februari, di Texas Hillary Clinton didukung 48 persen dan Obama 47 persen atau hanya selisih 1 persen. Di negara bagian Ohio Hillary mengantongi dukungan 50 persen dan Obama 43 atau selisih 7 persen.
Kubu Obama sendiri mengakui peluang untuk mengalahkan Hillary di dua negara tersebut ada meski tidak gampang. Momentum memang sedang berada di tangan Barack Obama berkat kemenangan mengesankan 10 kali berturut-turut. Kocek dana kampanye juga masih lebih tebal daripada Hillary Clinton. Selain itu, kemenangan Obama di Wisconsin baru-baru ini bisa menjadi petunjuk bahwa senator asal Illinois ini terbukti bisa menggaet pekerja kasar yang selama ini menjadi basis dukungan Hillary.
Apakah semua ini akan menjadi amunisi yang cukup ampuh bagi Obama untuk menaklukkan Hillary di Texas dan Ohio, masih perlu ditunggu. Yang jelas, Hillary Clinton akan berjuang habis-habisan untuk mempertahankan benteng terakhirnya ini.
(eis/nrl)











































