Gerakan Tutup Lapindo Hanya Proyek Cari Duit

Gerakan Tutup Lapindo Hanya Proyek Cari Duit

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 07:38 WIB
Jakarta - Gerakan Menutup Lumpur Lapindo yang dideklarasikan sejumlah tokoh mendapat reaksi beragam dari kalangan politisi DPR. Beberapa anggota dewan menilai gerakan itu hanya untuk 'mencari proyek' memanfaatkan musibah semburan lumpur Lapindo.

"Terus terang saja ini seperti menciptakan proyek saja untuk cari duit. Bukan untuk menutup semburan," ujar anggota Tim Pengawasan dan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (TP2LS) Nizar Dahlan saat dihubungi detikcom, Jumat (22/2/2008).

Menurut Nizar, rencana gerakan tersebut untuk melakukan relief well di pusat semburan lumpur hanya akan sia-sia. Sebab, timnas lumpur Lapindo pernah melakukan upaya serupa, tapi gagal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan lanjut anggota BURT ini, saat itu timnas lumpur Lapindo menghabiskan biaya sebesar US$ 30 juta dengan melakukan upaya serupa seperti yang direncanakan gerakan tersebut.

"Berapa dan dari mana biaya yang akan dipakai gerakan itu? Biaya anjungan untuk pengeboran saja US$ 5 ribu. Jadi orang-orang ini sepertinya hanya ingin cari proyek dengan memanfaatkan kasus Lapindo," cetus Nizar.

Nizar juga menyayangkan keikutsertaan Salahuddin Wahid alis Gus Solah dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif dalam gerakan itu. Menurutnya, keduanya sengaja digiring untuk melegitimasi gerakan yang dinilainya tidak jelas.

"Saya ini ahli pemboran dan geologi Unpad. Sudah 5 tahun bekerja di pengeboran minyak. Jadi tahu persis, kalau semburan lumpur Lapindo itu fenomena alam. Tidak masuk akal untuk melawannya," pungkas politisi PBB ini.

Gerakan Menutup Lumpur Lapindo dideklarasikan bersamaan dengan peluncuran buku "Membunuh Sumur Lapindo" di gedung DPR pada Kamis 21 Februari. Gerakan ini menyesalkan ketidakseriusan pemerintah untuk menutup pusat semburan lumpur Lapindo, sehingga berupaya untuk menutup semburan tersebut.
(rmd/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads